Waspadai Pengering Cat Kuku UV, Bisa Rusak DNA pada Tangan

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Minggu 22 Januari 2023 19:20 WIB
Waspadai Pengering Cat Kuku UV, Bisa Rusak DNA pada Tangan
Waspadai pengering cat kuku UV. (celebrities.id/iflscience)

JAKARTA, celebrities.id - Beberapa wanita suka memperindah kuku dengan cat kuku atau nail art. Untuk mengeringkannya, sejumlah orang atau salon menggunakan cat kuku ultraviolet (UV). 

Mengenai hal itu, penelitian baru menemukan bahwa pengering cat kuku UV bisa merusak DNA pada tangan.

Beberapa spektrum sinar UV diketahui bersifat karsinogenik. Namun, belum pernah ada penelitian tentang efek radiasi yang dipancarkannya pada sel mamalia.

Tidak seperti tanning bed yang menggunakan sinar UV yang berbeda (280-400 nm) dan sudah terbukti menyebabkan kanker, perangkat pengering cat kuku (340-395 nm) hampir tidak pernah dipelajari

"Jika kamu melihat cara perangkat ini disajikan, mereka dipasarkan sebagai alat yang  aman, tanpa ada yang perlu dikhawatirkan," kata penulis penelitian, Ludmil Alexandrov, seorang profesor bioteknologi serta kedokteran seluler dan molekuler, seperti yang dikutip dari IFL Science. 

Namun Alexandrove menambahkan, sepengetahuannya, belum ada pihak yang benar-benar mempelajari perangkat tersebut, dan bagaimana pengaruhnya terhadap sel manusia di tingkat molekuler dan seluler hingga saat ini.

Namun, setelah memaparkan sel manusia dan tikus, keratinosit kulit manusia dewasa, fibroblas kulup manusia, dan fibroblas embrionik tikus ke UV yang dipancarkan dari alat pengering cat kuku, peneliti mengidentifikasi adanya kerusakan mitokondria dan DNA serta kematian sel.

Penelitian tersebut menyebutkan, hanya 20 menit di bawah lampu, mengakibatkan 20 hingga 30 persen sel mati. Sementara sesi 20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, bisa mengakibatkan kematian sel antara 65-70 persen.

Biasanya, satu sesi manikur melibatkan kuku dan tangan yang ditempatkan di perangkat UV selama total 10 menit, dan jauh lebih sedikit daripada paparan yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Kerusakan yang terlihat pada sel yang tersisa tidak selalu diperbaiki, yang mengakibatkan mutasi sebanding dengan yang terlihat pada kanker kulit manusia.

Menurut Alexandrov, ada pula beberapa laporan tentang kanker jari langka pada seseorang, yang secara teratur mendapatkan manikur gel, seperti para kontestan kontes kecantikan serta ahli kecantikan.

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2