Kenali Watak dan Karakter Seseorang Berdasarkan Weton Lahir, Jangan Salah Hitung Ya! 

Intan Afika Nuur Aziizah
Rabu 15 September 2021 14:21 WIB
Kenali Watak dan Karakter Seseorang Berdasarkan Weton Lahir, Jangan Salah Hitung Ya! 
Weton lahir dapat menentukan watak dan karakter seseorang. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, celebrities.id - Weton lahir seseorang dapat menentukan karakter dan watak kepribadian lho. Tentunya ini dilakukan berdasarkan perhitungan yang tepat.

Jika orang Barat punya ramalan zodiak, Indonesia juga punya zodiak lokal dari budaya Jawa, namanya weton. Dengan menghitung neptu weton, kita bisa mengetahui sifat dan karakter orang lho!

Umumnya orang-orang kini hanya memperhatikan kalender masehi, yaitu yang menggunakan hitungan tujuh hari di antaranya Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Namun, dalam budaya Jawa, ada satu lagi kalender yang hanya terdiri dari lima hari atau yang dikenal sebagai Pasaran, di antaranya Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

Perpaduan antara hari kalender masehi dan hari kalender Jawa itulah yang membentuk nama hari weton, misalnya Senin Pahing, Selasa Pon, dan sebagainya. Sementara neptu weton merupakan nilai angka dari weton seseorang, karena masing-masing hari memiliki nilai angkanya sendiri.

Bagaimana cara menghitung neptu weton? 

Sebelum menghitung neptu weton, berikut ini masing-masing simbol angka untuk hari masehi dan hari Jawa:

Hari Masehi
Minggu : 5
Senin   : 4
Selasa : 3
Rabu   : 7
Kamis  : 8
Jumat  : 6
Sabtu  : 9

Hari Jawa
Kliwon : 8
Legi     : 5
Pahing : 9
Pon      : 7
Wage   : 4

Dengan angka tersebut, kamu bisa mendapatkan angka neptu weton atau hari lahir seseorang. Caranya dengan menjumlahkan angka hari masehi dan angka hari jawa dari weton kita. Misalnya, orang yang lahir di hari selasa pahing, memiliki neptu weton 12. Itu berasal dari hari selasa yang punya angka 3 dan hari pahing yang punya angka 9.

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (15/9/2021) berikut weton lahir berdasarkan hitungan Jawa. 

1. Neptu Weton 7, Pendito Kang Lelaku

Orang yang lahir di hari Selasa Wage memiliki neptu weton 7. Karakter utama mereka adalah ‘seneng nglencer’ atau senang bepergian jauh. Dia tak akan tahan berdiam di satu tempat untuk waktu yang lama, sehingga tampak sering berpindah-pindah. Baik dengan tujuan liburan atau rekreasi, maupun terkait pekerjaan. Mereka juga disebut memiliki sifat sedikit pemalas dan sulit berkomunikasi dengan baik.

2. Neptu Weton 8, Lakune Geni

Hati-hati dengan orang yang lahir di hari Selasa Legi dan Senin Wage. Konon mereka memiliki karakter cilik kaitane dan gede pungkasane. Artinya, dia senang mendendam dan karakternya seperti bara api yang bisa membakar orang lain. Emosinya cenderung meledak-ledak, sehingga sering menimbulkan pertengkaran di sekitarnya.

3. Neptu Weton 9, Lakune Angin

Masyarakat Jawa meyakini bahwa mereka yang memiliki neptu weton 9 gampang dielus pikirane. Artinya, dia mudah terpengaruh oleh orang lain dan tidak memiliki pendirian yang kuat. Sisi baiknya, orang yang lahir pada Senin Legi dan Minggu Wage ini terkenal lincah dan kebal jika kena santet loh!

4. Neptu Weton 10, Pendito Mbangun Teki

Sering bertemu orang yang gemar menasehati orang lain, tapi tak suka jika mendapat saran? Bisa jadi orang tersebut memiliki neptu weton 10. Karakter utama mereka dalam bahasa Jawa dikenal sebagai ‘galem nuturi wong tapi gak galem dituturi’. Namun sebenarnya mereka adalah pribadi yang cerdas dan tak mudah tersinggung dalam bersosialisasi.

5. Neptu Weton 11, Lakune Setan

Kalimat ‘ela elu, gak kena dadi pimpinan’ sangat tepat untuk menggambarkan karakter satu ini. Menurut primbon Jawa, orang dengan neptu weton 11 tak cocok untuk menjadi pemimpin. Pasalnya mereka merupakan tipikal orang yang plin plan, sehingga tidak dapat mengambil keputusan.

 

6. Neptu Weton 12, Lakune Kembang

Mereka dengan neptu weton 12 disebut memiliki karakter ‘gelem diturut tapi emoh dadi punjeran’. Sifat utamanya adalah cinta damai, sehingga sering mengalah kepada orang lain. Tak hanya itu, mereka pun penurut dan rajin dalam kesehariannya.

7. Neptu Weton 13, Lakune Lintang

Orang yang memiliki neptu weton 13 adalah pribadi yang ‘emoh dadi punjeran, melok-melok ora iso digayuh’. Mereka memiliki pesona yang luar biasa, sehingga orang senang berkumpul di sekitarnya. Meski begitu, menurut ilmu primbon Jawa weton dan watak, mereka tak bisa menjadi seorang pemimpin. Hal ini karena jiwanya cenderung senang bertualang, sehingga sulit untuk menetap.

8. Neptu Weton 14, Lakune Mbulan

Istilah lakune mbulan sangat cocok untuk orang dengan neptu weton 14. Mereka adalah pendengar dan pemberi saran yang baik, sehingga bisa menjadi pencerah bagi banyak orang. Singkatnya, mereka merupakan penunjuk jalan bagi teman-temannya yang sedang mengalami masalah. Sosoknya juga memiliki citra cerdas dan mudah bergaul dengan siapa saja.

9. Neptu Weton 15

Watak utama mereka dengan neptu weton 15 adalan pendendam. Mereka memiliki emosi yang mudah tersulut, seperti karakter api. Dia juga tak suka jika mendapat perintah, karena hatinya cenderung keras dan tegas. Oleh sebab itu, dalam hidupnya akan sering terjadi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial.

10. Neptu Weton 16, Lakune Bumi

Menurut ilmu primbon Jawa weton dan watak, mereka dengan neptu 16 adalah ribadi yang senang mengayomi. Mereka juga mudah untuk mengikuti aturan karena memiliki hati yang lemah lembut. Meski begitu, jika sedang marah, pribadi ini bisa berubah menjadi sangat menyeramkan.

11. Neptu Weton 17, Lakune Gunung

Mereka dengan neptu weton 17 memiliki sifat yang moody, pendiam, dan terlalu baik. Saking baiknya, banyak pula yang menyebut mereka lambat, karena mudah tertipu. Terlebih mengatur sikap mereka juga cenderung mudah apabila seseorang berhasil mengambil hatinya.

12. Neptu Weton 18, Lakune Paripurna

Kamu harus sedikit berhati-hati dengan mereka yang memiliki neptu weton 18. Menurut ilmu primbon jawa weton dan watak, mereka memiliki karakter yang egois dan dominan. Sehingga cenderung haus kekuasaan dan tak suka jika permintaannya mengalami penolakan. Mereka juga mudah panas, namun amarahnya cepat reda dengan sendirinya.

Editor : Endang Oktaviyanti